Masih tersisa guratan semalam
Aku yang berusaha untuk tetap mendekap saat kau berusaha melepaskan
Semalam, aku mencintaimu Kemarin malam pun aku masih mencintaimu
Dan malam seterusnya, aku akan menua dengan tetap mencintaimu
Aku tak tahu tentang kamu
Aku hanya mengenalmu sekilas dan mencintaimu kilat
Tapi, segala memori yang telah kita rajut berdua
Aku tak tahu bagaimana menjelaskan apa yang selama ini telah kita lewati
Kadang aku lelah terus mendekapmu saat kau isyaratkan kau ingin terlepas
Setiap perlakuanmu yang menandakan kau tak lagi nyaman Saat kau berusaha melepaskan dekapanku pelan
Aku tak tahu apakah aku yang terlalu egois menahan rasa
Apa kamu yang terlalu lama menahan rindu
Aku kira, jarak yang membuatmu berubah
Rindu yang tak mampu lagi kau tahan
Aku kira jarak akan menguatkan pegangan kita
Yang aku tahu, kamu menjaga hatimu selayaknya aku menjaga disini
Tapi, setelah kejadian semalam aku sadar
Ada yang lebih mampu menghangatkanmu saat aku berusaha memelukmu semu
Ada yang mampu memikatmu saat aku tak lagi seperti dulu
Aku menua dan kamu masih tetap mempesona
Aku bisa apa kalau kau bahagia disana
Walau aku bukan penyebab kebahagiaanmu
Kamu yang aku kira menyayangiku sangat
Kamu yang aku jaga dengan hangat
Kamu yang terlalu aku dekap dengan lekat
Kini mulai berubah
Dan kamu bilang aku yang berubah
Sebenarnya siapa yang benar-benar berubah?
Pergilah kalau kamu sudah merasakan bosan yang amat
Tapi, kembalilah saat kau lelah mencari sosok yang tepat
Karna hanya akulah yang mampu menjagamu dengan hangat
Karna akulah rumahmu kembali, Sayang.
Sabtu, 08 Februari 2014
Kamu Berubah, Sayang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar